Langsung ke konten utama

Masak Sendiri di Acara Khitanan Az

Sejak menikah, baru dua kali kami membuat acara besar, besar definisi saya adalah ketika tamu undangan lebih dari 150 orang. 

Pertama, waktu aqiqah Az

Kedua, waktu khitanan Az. 

Acara pernikahan tidak termasuk ya, karena itu acara orang tua :D, yang mengadakan acara orang tua, yang datang juga teman dan kolega ortu. 

Aqiqah Bi juga bukan acara besar, karena hanya mengundang keluarga dan sisanya berbagi kotakan ke tetangga, teman, dan kerabat. 

Waktu aqiqah Az, saya hanya membeli bahan, sisanya di eksekusi sama seorang chef. Langsung terima beres. Masaknya juga di tempat kakak, jadi rumah tetap rapi tanpa ada percikan minyak, hehe. 

Aqiqah Bi malah lebih simple lagi, menu prasmanan dan kotakan langsung dikirim dari catering. Terima beres pokoknya. 

Nah, acara khitanan Az ini yang luar biasa. Semua di handle sendiri, minta bantuan rewang dari tetangga pas H-1. 

Seminggu sebelum acara udah masak bumbu-bumbunya : bumbu ayam bali, capcay, mie goreng, soto dan bakso. 

Juga sudah beli printilan snacknya : piring buah, cup plastik, box kue dan bahan kue lainnya. 

H-1, masak bolu dibantu bude (tetangga 2 rumah) 

Sesorean datang mba Deasy, mba Mena dan mba Eka, mba Haida. Ada yang motong-motong sayur, buat lontong, buat bawang goreng, saya pun goreng ayam dan buat pudding. Sampe jam 12 malam, kayanya karena kemalaman jadi error, lontong masakan terakhir jadi gosong 🤣. 

Sadarnya pas mba Eka nyeletuk : bau gosong apaan ini?. Saya yang lagi masak sambal dan manasin kuah bakso otomatis menoleh, gak ada yang gosong di masakan saya. 

Dan menyadari di kompor mata seribu satunya lontong sudah menghitam wkwkw. Udah ah, di buang aja, malu-maluin nanti, kata mba Eka sambil masukin lontongnya ke plastik. Alhamdulillahwaktu itu cuma bertiga aja sama bude hahaha. 

Ahad pagi, jam 6 mba Mena sudah ke rumah lagi, masak capcay, mba Haida masak mie goreng dan bude masak nasi. Agak siangan mba Deasy goreng ayam ungkep. Mba Eka bagian motong-motong, meracik dan beberes. Mba Ratih juga datang menyuwirin ayam goreng untuk soto. 

Untuk jaga stand makanan mba Eni dan mba Deasy, mba Hesti mama Gea juga bantuin cuci piring. 

Tentu ada kejadian unplanning-nya : ayam bumbu bali akhirnya jadi ayam bakar. Masya Allah buibu solutif sekali. 

Alhamdulillah, Masya Allah nikmatnya punya tetangga baik-baik semua. Meski baru kenal belum sampe 3 tahun. Iya, semua tetangga baru karena tempat tinggal kami memang perumahan baru. 

Peralatan masak dan lainnya juga dipinjaman semua. 

Gas LPG dari mba Deasy, bude, mba Haida, mba Mena, dan Mama Gea. 

Set prasmanan dan termos nasi dari mba Tita. 

Panci dan wajan besar, piring, mangkok, nampan dari mba Haida. 






Baskom besar, tempat minum iglo, sendok, mangkok, toples kerupuk dari mba Deasy. 

Wajan besar, galon, tempat kue, meja, terminal listrik dari bude Zaki. 

Termasuk kursi plastik dari pak RT, awalnya mau nyewa tapi ternyata di hari itu udah dibooking orang. Alhamdulillah malah dapat yang gratis dari pak RT. Padahal udah bilang juga mau nyewa ke pak RT, kata pak RTnya pakai aja. Baik kan pak RT kita 😍. 

Masya Allah, ini belum termasuk makanan yang dikirim. 

Daging dan tulangan 5 kg dari Musfy. 

Beras 5 kg dan minyak 2 L dari mama Gea. 

Telur 2 piring, gula dan minyak dari mba Haida. Alhamdulillah telur-nya save banget, waktu ayamnya masih dibakar dan tamu udah datang 🥰. 

Rendang 5 kg dari Ibu. 

Minyak 5 L dari bude. 

Juga kiriman kue dan snack box lainnya:



Parcel kue dari mba Zulia. 

5 box bolu gulung dari kak Himmah. 

2 box brownis dan 2 pack cimi2 dari mba Mila. 

Empek-empek dari kak Izzah. 

Semangka dari Shidiq. 

2 box bolu pisang dari Bu Ani. 

Alhamdulillah, Az juga menerima banyak hadiah. 




Ada hadiah emas UBS dari Nenek. 

Mobil remote polisi dari Eyang. 

Tas astronot dari mba Diah. 

Baju dari ammah Hijroh. 

Celana dari mba Mena. 

Juga salam tempel dari teman-teman yang nominalnya Masya Allah. 

Alhamdulillah. 

Nulis begini sama sekali buat buat 'pamer' ya, tapi buat mengenang kebaikan orang-orang yang disebutkan. 

Sebagai ungkapan syukur karena dikelilingi orang-orang baik 💖. 

Alhamdulillah bini'matihi tatimush sholihat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Pecha Kucha Sesi 3

3 tim yang hadir dengan video Pecha Kucha yaitu: 1. Finansial ( https://youtu.be/Vc7qsQzasME ) Masing-masing slide tidak 20detik tepat dan total keseluruhan lebih dari 1 detik. Point 8 untuk kriteria ini. Penyampaian pesan jelas dan gamblang tapi ada slide yang masih seperti berbentuk flayer hingga pointnya 8. 2. Thama 01 ( https://youtu.be/oB5cqnch1OM ) Durasi videonya 6 menit 44 detik hingga saya beri point 8. Pesan tersampaikan dengan lugas dan jelas, mudah dipahami dengan baik hingga pointnya 10. 3. Jernih ( https://youtu.be/uASfblg70Kg ) Durasi video lebih dari 3 detik, yaitu 6 menit 43 detik. Hingga saya beri point 8. Pesan terdeliver  dengan baik, bahasa mudah dipahami dan gampang dicerna. Poinnya 10 untuk Jernih.

Cerita Khitan Kakak Az (part I)

 "Bunda, kenapa ayah ngajak aku ke masjid terus? tanya Az di suatu waktu. "Emang kenapa, kak? Saya menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan lain. Karena saya pikir dia sedang melakukan protes :P "Kan aku masih ada najisnya, masih belum disunat", jawabnya. Masya Allah. Berbulan sebelumnya, pembicaraan tentang sunat sering terselip dalam obrolan kami. Iya hanya diselipkan, tapi sering wkwk. Obrolan tentang sunat yang akan membersihkan sisa-sisa air seni yang tertinggal, hingga bersih dari najis ternyata membekas dalam ingatannya. "Jadi, kakak sudah siap disunat? tanya saya memastikan. "Sebenarnya takut sih Bun, tapi kita harus bersih dari najis kan? Wajar jika anak usia 6 tahun itu merasa khawatir, pengalaman pertama memang selalu menegangkan kan? Bahkan saya seusia ini pun kerap merasa tegang ketika melakukan hal untuk pertama kalinya. "Sakitnya, sakit sekali gak Bun? tanya Az lagi. Mestinya nanya ke ayahnya ya :D Ohya, tentang rasa sakit sunat ini ema...

Review Pecha Kucha Sesi 8

1. Rumah Bijak Digital (https: //youtu.be/H_fLOA-q1eU ) Durasi video yang ditayangkan adalah 6 menit 40 detik. Sesuai dengan kriteria video Pecha Kucha. Point 10 untuk videonya. Pemaparan presentasinya keren, bahasanya informatif dan mudah dipahami. Point 10 untuk presentasinya. 2. Tumbuh Berfitrah ( https://youtu.be/VWMm6Q2h_-8 ) 6 menit 37 detik, jumlah durasi video yang ditayangkan. Hingga pointnya 8. Presentasinya ramah anak banget sesuai dengan projectnya. Point untuk presentasinya 10. 3. Ruang Cahaya Ibu ( https://youtu.be/lnNlXoeTgPM ) Dengan durasi video 6 menit 51 detik, video ini mendapat point 8. Project berfokus pada agar Ibu menjadi Cahaya. Dengan pemaparan yang runut dan jelas, presentasinya saya beri point 10. 4. First Teacher ( https://youtu.be/aPbyLqGUrck ) Durasi video 6 menit 41 detik, hingga pointnya adalah 8. Project ini menitikberatkan pada Ibu sebagai guru. Presentasi yang disampaikan saya beri point 10. 5. Macan Kekar ( https://youtu.be/vQqfX_6qZ...