Langsung ke konten utama

Melatih Sensorik & Motorik Bayi

1. CILUKBA
Usia:
1—12 bulan.
Peralatan:
Sebenarnya tak memerlukan peralatan khusus, tetapi bila ada saputangan atau baju bisa dimanfaatkan sebagai media penghalang.
Cara Bermain:
Kita tinggal membuka dan menutup wajah dengan tangan atau hilang-muncul di balik dinding/kursi/tempat tidur.
Manfaat:
Bayi belajar tentang konsep hilang dan ada. Meski ia tidak melihat orangtuanya, bayi tahu kita sedang bersembunyi dan segera muncul kembali. Ia pun belajar mengenal bentuk-bentuk emosi lewat ekspresi wajah seperti gembira, tertawa, tersenyum, terkejut, dan lainnya.

2. KUDA-KUDAAN
Usia:
Bayi sudah bisa didudukkan atau duduk sendiri, karena ia harus didudukkan di atas punggung  kita.
Peralatan:
Tak ada peralatan khusus hanya kesediaan kita bermain dan diduduki si bayi.
Cara Bermain:
Ubah diri kita seolah-olah menjadi kuda-kudaan, ambil posisi merangkak, lalu letakkan bayi di atas punggung. Jika ia belum bisa duduk sendiri minta bantuan orang lain untuk memeganginya.
Manfaat:
* Menjalin kelekatan orangtua dan bayi.
* Melatih bayi bekerja sama, peka terhadap sesuatu karena ia harus mengontrol dirinya.
* Meningkatkan kemampuan berinteraksi.
3. MOBIL-MOBILAN
Usia:
Bayi sudah bisa diposisikan duduk.
Peralatan:
Bisa benda berbentuk bulat yang dipergunakan sebagai setir mobil atau kursi jika ingin melakukannya di atas kursi.
Cara Bermain:
Kita bisa duduk di lantai, letakkan bayi di atas paha, lalu berpura-puralah menyetir mobil. Goyangkan ke kiri dan kanan secara perlahan. Gunakan suara-suara mobil saat melaju kencang dan pelan, klakson mobil, dan bunyi ban saat mengerem.
Manfaat:
* Melatih bayi melakukan interaksi.
* Menjalin kelekatan dan kerja sama.
* Melatih imajinasi bayi, juga melatih kekuatan motoriknya lewat gerakan-gerakan yang dilakukan.

4. PERMAINAN
DENGAN BENDA
BERGOYANG
Usia & Peralatan:
Jika bayi belum bisa duduk (baru bisa telentang atau tengkurap), gunakan mainan yang bisa digoyang-goyangkan seperti mainan gantung, mainan tarik, atau kerincingan.
Cara Bermain:
Posisikan mainan di atas/hadapan bayi lalu goyangkan sesuai fungsinya.
Manfaat:
Merangsang kemampuan penglihatan bayi, pengamatan, pengenalan dasar terhadap bentuk dan warna, interaksi sosial, koordinasi mata, dan lainnya.

5. PERMAINAN
DENGAN BENDA
BERGERAK
Usia:
8—12 bulan
Peralatan:
Benda-benda yang dapat digerakkan, seperti bola atau mobil-mobilan.
Cara Bermain:
Bisa dengan menggelindingkan bola atau meluncurkan mobil-mobilan untuk kemudian dikejar bayi.
Manfaat:
* Melekatkan hubungan bayi dengan orangtua.
* Melatih koordinasi motorik kasar dan halus. 
* Meningkatkan kemampuan bereksplorasi.
* Menyalurkan energi.
* Meningkatkan kemampuan koordinasi.

6. MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN 
Usia:
1—12 bulan
Peralatan:
Banyak yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan sekitar. Di halaman rumah misalnya, ada pohon dengan bunga, buah, daun, batang, dan rantingnya; lalu ada daun yang sudah kering, buah yang masih muda, masak, atau jatuh membusuk; juga ada pot, batu, rerumputan, kolam ikan, pagar, kunci pagar, dan banyak lagi.
Cara Bermain:
Ajak bayi ke halaman (digendong atau didudukkan di stroller), lalu kenalkan satu per satu benda-benda tersebut.
Manfaat:
* Meningkatkan pengetahuan bayi, yakni mengenal aneka benda yang ada di lingkungannya.
* Kosakatanya bertambah sehingga secara tak langsung bayi terstimulasi belajar berbicara.
* Keberanian bayi untuk bereksplorasi pun meningkat lewat pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tersebut.

7. MAINAN
EDUKATIF
Usia:
Banyak mainan edukatif yang bisa diberikan kepada bayi. Hanya perlu dipilih yang sesuai dengan usia bayi. Biasanya baru bisa diberikan jika anak sudah mampu duduk, menggenggam, memindahkan, memasukkan, di usia sekitar 7—12 bulan.
Peralatan dan cara bermain:
Mainan-mainan edukatif sesuai kebutuhan. Contoh, mainan balok yang dimasukkan-dikeluarkan ke/dari wadah, bola karet yang bisa diremas-remas, mainan tarik yang bisa ditarik-tarik, mainan yang berbunyi dengan suara-suara binatang, dan banyak lagi.
Manfaat:
* Merangsang kemampuan motorik.
* Mengenal bentuk dan warna.
* Merangsang sensoris, merangsang imajinasi, dan banyak lagi.

8. PERMAINAN
KREATIF
Usia:
Bayi sudah bisa duduk.
Peralatan:
Banyak permainan kreatif yang bisa dilakukan bersama bayi. Manfaatkan benda-benda di sekeliling rumah untuk dijadikan media permainan. Dari gelas plastik, sendok, kardus bekas, bekas bungkus makanan, botol plastik, dan lainnya.
Cara Bermain:
Jadikan benda-benda tersebut seolah-olah bergerak. Bekas bungkus makanan cokelat misal, bisa dijadikan pesawat terbang. Tirukan bunyi suara pesawat terbang lalu bilang, “Ini adalah pesawat terbang!”
Manfaat:
* Melatih kreativitas dan imajinasi anak.
* Membangun kelekatan.
* Meningkatkan kemampuan eksplorasi, pengamatan, dan lainnya.

9. PESAWAT TERBANG
Usia:
Bayi sudah bisa tengkurap sendiri dan otot tubuhnya sudah lebih kuat.
Peralatan:
Tak butuh peralatan khusus untuk melakukan permainan ini, yang diperlukan hanyalah kedua tangan kita untuk mengayun-ayun bayi.
Cara Bermain:
Letakkan bayi di atas kedua tangan dalam posisi tengkurap. Pastikan keamanan bayi  saat mengayunnya. Misal, tangan kiri memegang lengan bayi dan tangan kanan memegang perutnya. Lalu ayun-ayun laksana pesawat terbang. Lakukan secara perlahan dan jangan sampai membuat bayi  ketakutan.
Manfaat:
Menstimulasi imajinasi bayi lewat pura-pura terbang. Jika kita memainkannya sambil berkata, “Kita terbang seperti burung” maka bayi akan menyerap kosakata lebih banyak. 
10. PETAK UMPET
Usia:
Bayi sudah bisa merangkak, sekitar usia 8 bulan.
Peralatan:
Sebenarnya yang dibutuhkan hanya benda-benda pendukung untuk bersembunyi, seperti bersembunyi di samping kursi, meja, di balik lemari, atau di balik pintu. 
Cara Bermain:
Berjalanlah perlahan menjauh dari bayi dan beri kode supaya bayi mencari kita, lalu sembunyi di tempat yang tidak terlalu sulit ditemukannya. Ketika bayi  kesulitan mencari berikan kode dengan menimbulkan suara seperti bersuit atau tepuk tangan. Boleh juga memperlihatkan sebagian tangan, baju, kaki, atau kepala. Ketika bayi menemukan kita buatlah kehebohan kecil, semisal dengan mengatakan, “Akhirnya ketemu juga.”
Manfaat:
* Melatih kemampuan motorik bayi lewat aktivitas merangkak.
* Menstimulasi kemampuan bereksplorasi.
* Menstimulasi ketangguhan, kejelian, dan lainnya.
* Memahami konsep ada dan tiada. Meski tak ada di depannya namun ia tahu bahwa orangtuanya ada tetapi sedang bersembunyi.

Sumber : Tabloid Nakita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 8 : Visual is Work

Pekan lalu saya sempat di buat panik oleh Azka, yang siang itu demam dan langsung step di sore harinya. Kemudian berakhir dengan opname selama 4 hari di rumah sakit. Ceritanya sedikit panjang, tetapi intinya adalah bagaimana saya menangani ketika Azka step. Ini pertama kalinya Azka step, saya tentu saja panik luar biasa. Bersyukur tetangga di depan rumah saya seorang perawat. Saya benar benar blank. Tetapi fungsi visual dan auditori saya tetap bekerja, alhamdulillah. Saya melihat bagaimana mba perawat melakukan pertolongan pertama ke Azka, dan itu benar benar saya praktekkan selama perjalanan ke rumah sakit yang berjalan 4 kilometer dari rumah saya. Bagaimana dia menjaga alur pernafasan Azka supaya tetap baik dan memberi ganjalan di mulut Azka yang semakin merekat erat. Alhamdulillah berlahan kondisi Azka membaik. #harike8 #Tantangan10hari #GameLevel4 #GayaBelajarAnak #kuliahBunSayIIP

Review Pecha Kucha Sesi 4

Tim yang hadir di sesi 4 pada tanggal 21 Maret 2022 1. Sitarasmi ( https://youtu.be/OUlBkV5l9bk ) Video pertama yang durasinya justru kurang 3 detik, yaitu 6 menit 37 detik. Point 8 untuk video. Pemaparan pesan jelas dan mudah dipahami, point 10. 2. Tomorrow ( https://youtu.be/FLUWMCjdYRE ) Durasi sesuai, baik setiap slide maupun secara keseluruhan. Point 10 untuk videonya. Disampaikan dengan bahasa yang runut, lugas dan jelas. Juga point 10 untuk Tomorrow. 3. Rubii ( https://youtu.be/DmTe6ed7xwY ) Durasi videonya 6 menit 52 detik, juga kelebihan dari Pecha Kucha yang seharusnya. Point 8 untuk videonya. Pesan dan informasi juga tersampaikan dengan jelas, akan lebih bagus jika pandangan tetap mengarah ke kamera. Point 8 untuk Rubii.

[Bunda Salihah] : ApresiAKSI

Alhamdulillah materi ke-7 yaitu ApreAKSI akhirnya diberikan oleh Ibu setelah tertunda sepekan karena kesehatan Ibu yang sedang tidak baik. Materi kali ini adalah tentang apreAKSI, yang mengandung apresiasi, monitoring, evaluasi dan keputusan. 1. Social Impact ApreAKSI dimulai dengan membuat daftar pentingnya analisa dampak atas Aksi yang telah dilakukan oleh tim kami. Inilah alasan kami dalam membuat analisa dampak. 2. Theory of Change. Scale up is not growing our organization, it's growing our impact - Bill Dryton. Theory of change yang kami lakukan meliputi : Input : Biasanya merupakan kata benda, seperti materi , informasi dan pengetahuan yang tim butuhkan untuk melakukan aksi Activites : tugas yg akan dilakukan selama pelaksanaan aksi, lebih baik diungkakan dengan kata kerja ( melakukan, menyediakan, membuat, mengantarkan, mengajar, membuat) Output : dampak langsung yang akan ditimbulkan oleh aksi kita , lebih baik diungkan dengan kata kerja bentuk lam...